Hadir Sebagai Inspirasi
PASURUAN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di MTsN 1 Pasuruan pada Kamis, 9 April 2026. Mengusung tema “Kenakalan Remaja”, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi hukum sejak dini kepada generasi muda.
Acara yang digelar di aula Ma’had Darul Muttaqin ini dibuka langsung oleh Kepala MTsN 1 Pasuruan, Bapak Yasir, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran hukum bagi para siswa.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius. Serap ilmu yang disampaikan para narasumber agar mendapatkan pemahaman yang maksimal mengenai batasan-batasan hukum, sehingga kalian bisa menjaga diri dari perilaku yang merugikan masa depan,” ujar Bapak Yasir.
Peserta kegiatan merupakan perwakilan terpilih sebanyak dua siswa dari setiap kelas. Guna memastikan pembinaan yang berkelanjutan, para siswa didampingi oleh jajaran guru dari Tim Ramah Anak, Tim Tatibma, serta Guru Bimbingan Konseling (BK).
Hadir sebagai pemateri utama, Ibu Jesika Tobing, S.H. dan Ibu Hidayatul Ikhsani, S.H. dari Kejari Kabupaten Pasuruan. Keduanya menyampaikan materi secara interaktif, sehingga suasana penyuluhan berlangsung dinamis. Dalam paparannya, tim jaksa menjelaskan berbagai jenis kenakalan remaja yang marak terjadi, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, perundungan (bullying), hingga pelanggaran UU ITE. Tidak hanya menjelaskan dampak negatifnya secara sosial, pemateri juga membedah sisi hukum dan undang-undang yang dapat menjerat pelaku di bawah umur.
“Adik-adik, hukum itu memang ada untuk mengatur, tapi benteng paling kuat itu sebenarnya ada di dalam hati kalian, yaitu agama. Kalau ibadahnya rajin dan agamanya kuat, pasti kalian punya ‘rem’ sendiri untuk tidak ikut-ikutan kenakalan remaja. Jadi, mari kita jaga diri dengan iman supaya masa depan kalian tetap cerah dan tidak berurusan dengan hukum.” tegas Jesika Tobing di sela-sela pemaparan materi.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa MTsN 1 Pasuruan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum dan mampu menjadi pelopor kebaikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Humas)
#KementerianSemuaAgama




